Di tengah arus modernisasi, semangat melestarikan budaya tetap menyala di hati generasi muda Dusun II, Tani Makmur, Desa Mekar Makmur, Kec Sei Lepan, Langkat. Baru-baru ini, Sabtu sore, 1 Nopember 2025, sebanyak 12 anak sekolah dasar—terdiri dari 2 laki-laki dan 10 perempuan—menggelar kegiatan seni tari sebagai wujud cinta mereka terhadap tradisi dan jati diri bangsa.
Dipandu oleh guru tari Listutik (34), anak-anak ini rutin berlatih di hari-hari yang telah dijadwalkan. Mereka menampilkan beragam tarian daerah, mulai dari tari tradisional hingga kreasi baru yang memadukan unsur modern. Meski masih belia, semangat dan ekspresi mereka dalam menari mencerminkan kebanggaan terhadap budaya sendiri.
“Kami sangat bangga melihat semangat anak-anak dalam melestarikan budaya. Ini bukti bahwa generasi muda kita masih peduli dengan tarian daerah,” ujar Leli (34), salah satu orang tua peserta, saat berbincang dengan JWD Mekar Makmur disela-sela pagelaran seni tari. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi agenda rutin desa dan menjadi ruang tumbuh bagi bakat seni anak-anak.
Listutik, sang pengajar, juga menyampaikan rasa syukurnya bisa terlibat dalam kegiatan ini.
“Menari adalah cara kami mengekspresikan diri sekaligus menjaga warisan budaya. Semoga makin banyak anak muda yang tertarik belajar dan mencintai seni tari,” tuturnya penuh harap.
Kegiatan ini bukan sekadar hiburan yang muncul saat peringatan 17 Agustus atau pesta desa. Lebih dari itu, ia menjadi ruang edukatif yang memperkenalkan sejarah, nilai-nilai budaya, dan pentingnya menjaga warisan leluhur.
Semangat anak-anak Dusun II Tani Makmur ini adalah cermin harapan: bahwa budaya tidak akan punah selama masih ada generasi yang menari dengan hati. Sebuah inspirasi yang layak ditiru oleh desa-desa lain di seluruh penjuru negeri. Irma Yanti | JWD Mekar Makmur.
Rini Marwati (Guru SD )
01 Oktober 2025 15:39:04
Saya amat sangat tidak setuju dengan adanya lima hari kerja sekolah untuk anak SD.Memangnya mereka mau...