Hujan deras yang mengguyur Aceh selama empat hari berturut-turut telah mengubah puluhan desa menjadi lautan air. Di Kabupaten Aceh Utara, Aceh Besar, dan Bireuen, lebih dari 50 desa terendam banjir. Ratusan keluarga harus meninggalkan rumah mereka, mengungsi ke Posko darurat dengan kondisi serba kekurangan.
Di tengah kabar duka itu, secercah harapan datang dari sebuah dusun kecil di Sumatera Utara. Warga Dusun III Setia Damai, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, menunjukkan bahwa kepedulian tidak mengenal jarak. Mereka bergotong royong mengirimkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan darurat untuk meringankan beban para korban banjir, meskipun beberapa dusun yang ada di desa mereka juga sempat dilintasi banjir.
Gerakan spontan dari warga. Semua berawal pada Jumat, 19 Desember 2025. Kepala dusun bersama tokoh masyarakat menggelar rapat kilat. Informasi segera disebarkan lewat grup warga, perjamuan perwiritan, hingga rapat remaja desa. Respons masyarakat begitu cepat dan penuh semangat.
Uang tunai yang terkumpul segera dibelanjakan menjadi bahan pangan: beras, minyak goreng, telur, mie instan, air minum kemasan, sabun mandi, popok bayi, hingga makanan siap saji. Tak hanya itu, warga juga menyumbangkan perlengkapan darurat lain yang mereka anggap penting bagi para pengungsi.
Gotong royong yang menguatkan. Dalam waktu tiga hari, lebih dari 200 paket bantuan berhasil dikemas rapi oleh tim sukarelawan. “Meskipun kita cuma dusun kecil, semuanya bersatu untuk berbagi. Kita tahu kondisi mereka sulit, jadi mau berikan yang terbaik yang kita punya,” tutur Kepala Dusun III Setia Damai, Rudi Hartono, dengan penuh haru.
Bantuan tersebut dikirim pada Minggu, 21 Desember 2025, menggunakan truk yang disewa secara sukarela oleh seorang pengusaha lokal. Para remaja desa ikut serta mengawal perjalanan, memastikan bantuan sampai ke Posko pengungsian di Kuala Simpang.
Lebih dari sekadar bantuan. Bagi warga Setia Damai, aksi ini bukan hanya soal mengirimkan sembako. Ini adalah wujud nyata solidaritas desa kecil yang ingin berdiri bersama saudara mereka di Aceh. Di balik setiap paket bantuan, tersimpan doa dan harapan: agar banjir segera surut, agar keluarga yang mengungsi bisa kembali ke rumah, dan agar semangat kebersamaan terus hidup di hati masyarakat.
Tak berhenti di situ, warga Dusun III Setia Damai sudah berencana untuk kembali mengumpulkan bantuan, kali ini untuk mendukung proses pemulihan pasca-banjir. Mereka percaya, kepedulian adalah kekuatan yang mampu menyatukan desa-desa kecil dengan persoalan besar bangsa. Irma Yanti | JWD Mekar Makmur.
Rini Marwati (Guru SD )
01 Oktober 2025 15:39:04
Saya amat sangat tidak setuju dengan adanya lima hari kerja sekolah untuk anak SD.Memangnya mereka mau...