Di tengah teriknya matahari pagi, suara cangkul beradu dengan tanah basah, diselingi tawa dan obrolan hangat. Puluhan warga Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Langkat, berkumpul, bahu-membahu memperbaiki jalan menuju lahan perkebunan mereka. Jalan yang sebelumnya rusak parah, penuh lubang dan becek saat hujan, kini perlahan berubah menjadi jalur yang lebih mulus berkat kerja sama yang solid.
Jalan Rusak, Harapan Tumbuh
Bagi para petani, jalan desa dan jalan kebun bukan sekadar akses. Ia adalah nadi kehidupan ekonomi desa. “Jalan ini sudah lama rusak, sangat menyulitkan kami membawa hasil panen,” ungkap Pak Kori, seorang petani yang sehari-hari menggantungkan hidup dari kebun. “Dengan adanya gotong royong ini, kami sangat terbantu. Akses ke kebun jadi lebih mudah.”
Kerusakan jalan selama bertahun-tahun membuat hasil panen sering terlambat sampai ke pasar, bahkan sebagian rusak di perjalanan. Perbaikan ini menjadi harapan baru bagi peningkatan produktivitas dan kesejahteraan warga.
Inisiatif dari Pemimpin, Gerakan dari Warga
Kegiatan gotong royong ini diinisiasi oleh Kepala Desa Suwito, yang melihat pentingnya infrastruktur sebagai penopang ekonomi. Dukungan datang dari berbagai pihak, termasuk Bapak Rudi, Kepala Dusun III Setia Damai.
“Kami sangat mengapresiasi semangat warga yang mau bekerja sama. Gotong royong ini adalah bukti bahwa kebersamaan adalah kunci untuk mencapai kemajuan,” ujarnya penuh semangat.
Suasana Hangat di Tengah Kerja
Warga datang dengan peralatan masing-masing: cangkul, sekop, hingga alat berat yang dipinjam dari desa tetangga. Sambil bekerja, mereka saling bercanda, berbagi cerita, dan sesekali berhenti untuk menikmati makanan yang disiapkan oleh para ibu rumah tangga.
“Selain memperbaiki jalan, gotong royong ini juga menjadi ajang silaturahmi antar warga,” kata Ibu Nur Leli, yang dengan penuh keikhlasan menyiapkan makanan dan minuman bagi para pekerja.
Suasana hangat itu menjadikan kerja keras terasa ringan. Gotong royong bukan hanya tentang memperbaiki jalan, tetapi juga memperkuat ikatan sosial.
Dampak Nyata bagi Pertanian
Perbaikan jalan ini diharapkan membawa dampak besar, diantaranya; produktivitas meningkat karena akses ke kebun lebih mudah, pendapatan petani bertambah dengan hasil panen yang cepat sampai ke pasar, risiko kerusakan panen berkurang selama transportasi dan waktu tempuh lebih singkat, memberi petani kesempatan lebih banyak untuk merawat tanaman.
Gotong Royong, Budaya yang Menyuburkan
Semangat gotong royong warga Desa Mekar Makmur menjadi teladan bagi desa-desa lain. Mereka menunjukkan bahwa pembangunan tidak selalu bergantung pada dana besar, tetapi bisa tumbuh dari kebersamaan dan kepedulian.
Dengan gotong royong, warga tidak hanya memperbaiki jalan desa dan jalan kebun, tetapi juga membangun jalan persaudaraan. Jalan yang menghubungkan bukan hanya desa, kebun dan pasar, melainkan hati dan harapan seluruh warga desa. Irma Yanti | JWD Mekar Makmur
Rini Marwati (Guru SD )
01 Oktober 2025 15:39:04
Saya amat sangat tidak setuju dengan adanya lima hari kerja sekolah untuk anak SD.Memangnya mereka mau...