Di tengah semangat gotong royong yang masih kuat berakar di desa, sebuah kolaborasi inspiratif lahir dari kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) AL-MAKSUM. Bersama warga Desa Mekar Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, mereka tak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga menciptakan inovasi lokal yang berdampak nyata dan menginspirasi desa-desa sekitar.
Salah satu terobosan paling menonjol adalah pemasangan plang nama jalan di seluruh wilayah desa. Bukan sekadar penanda, plang-plang ini menjadi simbol keteraturan, aksesibilitas, dan identitas lokal. Ide tersebut lahir dari diskusi panjang antara mahasiswa dan warga, lalu diwujudkan bersama dengan memanfaatkan sumber daya desa secara mandiri.
“Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan warga Desa Mekar Makmur. Mereka antusias, penuh ide kreatif. Kolaborasi ini membuktikan bahwa dengan bersatu, kita bisa menciptakan solusi untuk masalah yang kita hadapi,” ujar Putri, Koordinator KKN STKIP AL-MAKSUM.
Kepala Desa Suwito pun menyambut hangat kehadiran para mahasiswa.
“Inovasi-inovasi yang mereka ciptakan bersama warga sangat bermanfaat. Kehadiran mereka membantu kami melihat potensi desa dari sudut pandang baru,” tuturnya.
Dari Sosialisasi hingga Aksi Nyata
Tak berhenti di plang jalan, mahasiswa juga menginisiasi berbagai kegiatan sosial:
- Sosialisasi anti-bullying di sekolah
- Kegiatan belajar-mengajar untuk anak-anak
- Pembersihan masjid dan gotong royong lingkungan
- Kampanye kebersihan dan toleransi sosial
Dampaknya terasa langsung: lingkungan menjadi lebih bersih, anak-anak lebih memahami pentingnya menghargai sesama, dan warga kini lebih mudah mencari alamat berkat penamaan jalan yang jelas.
Sinergi yang Menghidupkan Desa
Kegiatan KKN ini bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan ruang temu antara generasi muda dan masyarakat desa. Di sana, ide-ide segar bertemu dengan kearifan lokal. Mahasiswa belajar dari pengalaman warga, sementara warga mendapat suntikan semangat dan perspektif baru. (Irma Yanti | JWD Mekar Makmur)
Rini Marwati (Guru SD )
01 Oktober 2025 15:39:04
Saya amat sangat tidak setuju dengan adanya lima hari kerja sekolah untuk anak SD.Memangnya mereka mau...